Anchor ad placement(mobile only)

2026/09/21

Kabut Asap Kian Pekat di Lengkenat, Aktivitas Belajar di SD Negeri 02 Lengkenat Mulai Terdampak

LENGKENAT, SINTANG – Kondisi kabut asap di wilayah Lengkenat, Kabupaten Sintang, semakin mengkhawatirkan. Setelah beberapa hari sebelumnya kabut asap masih tergolong ringan dan belum terlalu mengganggu aktivitas masyarakat, pada hari ini kepekatan asap dilaporkan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 02 Lengkenat serta menimbulkan kekhawatiran akan risiko gangguan kesehatan bagi siswa dan guru.

Kondisi Terkini di SD Negeri 02 Lengkenat


Sejak pagi hari, kabut asap tampak menyelimuti wilayah Lengkenat dengan tingkat kepekatan yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang berkurang dan udara terasa kurang nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Di lingkungan SD Negeri 02 Lengkenat, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Jika sebelumnya proses pembelajaran masih dapat berlangsung dengan situasi yang relatif normal karena kabut asap belum terlalu pekat, maka pada hari ini kualitas udara dinilai semakin memburuk. Asap yang menyelimuti area sekolah membuat warga sekolah harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Guru dan orang tua siswa mulai menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan apabila kondisi kabut asap terus berlanjut dan semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Dampak terhadap Proses Pembelajaran

Meningkatnya kepekatan kabut asap berpotensi mengganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 02 Lengkenat. Aktivitas luar ruangan seperti olahraga, kerja bakti, maupun kegiatan ekstrakurikuler menjadi kurang ideal untuk dilaksanakan karena paparan udara yang tidak sehat.

Selain itu, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi udara yang membuat tenggorokan terasa kering, mata perih, dan muncul gejala batuk ringan. Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran di kelas.

Para guru juga menghadapi tantangan dalam menjaga kenyamanan proses pembelajaran ketika kualitas udara menurun. Apabila kabut asap terus meningkat, tidak menutup kemungkinan proses pendidikan akan terdampak lebih jauh, terutama bagi siswa yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Lingkungan sekolah pun ikut merasakan dampaknya. Halaman sekolah dan area terbuka menjadi kurang nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan, sehingga aktivitas siswa lebih banyak diarahkan ke dalam ruangan.

Risiko Gangguan Kesehatan

Kabut asap yang terus terjadi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Anak-anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.

Selain ISPA, paparan asap dalam jangka waktu tertentu juga dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta penurunan kondisi kesehatan secara umum. Oleh karena itu, upaya perlindungan terhadap peserta didik menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Harapan dan Himbauan 

Pihak sekolah dan masyarakat berharap pemerintah daerah serta pemangku kebijakan dapat segera melakukan langkah konkret dalam menanggapi kondisi kabut asap yang semakin pekat di wilayah Lengkenat dan sekitarnya.

Salah satu harapan yang mengemuka adalah agar kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) dapat dipertimbangkan untuk diterapkan bagi seluruh jenjang sekolah dasar apabila kualitas udara terus memburuk. Kepala Sekolah SDN 02 Lengkenat menilai kebijakan tersebut sebaiknya tidak hanya berlaku bagi siswa kelas 1, 2, dan 3, tetapi juga mencakup siswa kelas 4, 5, dan 6 demi memberikan perlindungan kesehatan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Lengkenat, Kabupaten Sintang, menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan. SD Negeri 02 Lengkenat merupakan salah satu sekolah yang mulai merasakan dampak menurunnya kualitas udara terhadap kesehatan dan proses pembelajaran. Dengan kondisi yang terus berkembang, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat dan tepat guna melindungi kesehatan siswa, guru, dan masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan aman dan efektif di tengah ancaman kabut asap.

Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor : Ngahadi, S.Pd.SD.


0 comments:

Posting Komentar