Anchor ad placement(mobile only)

2026/09/22

Tak Lagi Hanya Kelas 1–3, Seluruh Siswa SD di Sintang Jalani Pembelajaran Daring dan BDR

Lengkenat - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3/4444/DISDIKBUD-A2 tentang Penyesuaian Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan Terdampak Kabut Asap di Kabupaten Sintang Tahun 2026. Kebijakan tersebut menetapkan pelaksanaan pembelajaran secara daring/online dan/atau Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP pada 23 hingga 26 September 2026 sebagai langkah pencegahan dan perlindungan kesehatan serta keselamatan guru dan peserta didik.

Kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi dan evaluasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dan Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang yang dilaksanakan pada 22 September 2026.

Dalam surat edaran dijelaskan bahwa nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Sintang pada 19 hingga 21 September 2026 secara umum berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Atas kondisi tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah penyesuaian proses pembelajaran pada satuan pendidikan.

Pelaksanaan pembelajaran bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP pada 23 sampai 26 September 2026 dilakukan secara daring/online dan/atau Belajar Dari Rumah (BDR). Satuan pendidikan dijadwalkan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada 28 September 2026.

Surat edaran tersebut menegaskan bahwa pembelajaran daring merupakan aktivitas belajar yang terhubung melalui jaringan internet. Proses belajar mengajar, pengumpulan tugas, serta interaksi antara guru dan murid berlangsung tanpa tatap muka. Selain itu, pembelajaran daring dan/atau BDR tidak dimaknai sebagai hari libur sekolah.

Bagi satuan pendidikan yang tidak memiliki ketersediaan jaringan internet, proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui mekanisme BDR dengan penugasan yang diberikan oleh guru. Satuan pendidikan juga diberikan ruang untuk melakukan penyesuaian pembelajaran dengan menyederhanakan beban belajar peserta didik, berfokus pada penguatan literasi, numerasi, dan karakter, serta tidak memberikan tugas yang membebani siswa maupun orang tua atau wali.

Dalam pelaksanaannya, orang tua dan wali murid diimbau untuk berperan aktif mengawasi dan mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran daring atau BDR. Mereka juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah, memastikan penggunaan masker saat berada di luar rumah, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih dan vitamin.

Kepala satuan pendidikan diwajibkan memastikan pembelajaran daring dan/atau BDR tetap berlangsung sesuai jadwal pelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu, kepala sekolah dan guru wajib berada di sekolah selama masa pembelajaran daring dan BDR guna memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik.

Surat edaran juga mengatur kewajiban kepala satuan pendidikan untuk membuat absensi kehadiran guru dan tenaga kependidikan serta laporan pelaksanaan pembelajaran daring dan/atau BDR. Laporan tersebut harus disampaikan setiap hari kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang melalui tautan yang telah disediakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang selanjutnya akan melakukan monitoring untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai ketentuan.

Selain pengaturan pembelajaran, surat edaran memuat sejumlah langkah pendukung, antara lain kewajiban penggunaan masker bagi guru dan tenaga kependidikan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan tidak melakukan pembakaran sampah atau sisa pembersihan lahan, serta mengamankan aset sekolah bagi satuan pendidikan yang berada di dekat titik api.

Di sisi lain, satuan pendidikan yang berada di wilayah tidak terdampak kabut asap dan memiliki kualitas udara yang memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, yakni dengan ISPU partikulat PM 2,5 pada kategori sedang (51–100), dapat mengajukan permohonan pelaksanaan pembelajaran luring kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Permohonan tersebut harus mendapat persetujuan Komite Sekolah dan dilengkapi berita acara serta daftar hadir rapat bersama komite dan orang tua atau wali murid.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayah tersebut tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, termasuk penggunaan masker dan peniadaan aktivitas di luar kelas. Apabila kualitas udara kemudian memburuk dengan ISPU partikulat PM 2,5 di atas angka 200 atau kategori tidak sehat, satuan pendidikan dapat kembali menyelenggarakan pembelajaran secara daring.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menyatakan bahwa dengan terbitnya surat edaran ini, Surat Edaran Nomor 400.3/4406/DISDIKBUD-A2 tentang perpanjangan masa pelaksanaan pembelajaran moda tatap muka terbatas di satuan pendidikan terdampak kabut asap tahun 2026 tertanggal 18 September 2026 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Kebijakan ini, sebagaimana tercantum dalam surat edaran yang ditetapkan di Sintang pada 22 September 2026 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, SH., M.Si., akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di Kabupaten Sintang.


Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor : Ngahadi, S.Pd.SD.

2026/09/21

Kabut Asap Kian Pekat di Lengkenat, Aktivitas Belajar di SD Negeri 02 Lengkenat Mulai Terdampak

LENGKENAT, SINTANG – Kondisi kabut asap di wilayah Lengkenat, Kabupaten Sintang, semakin mengkhawatirkan. Setelah beberapa hari sebelumnya kabut asap masih tergolong ringan dan belum terlalu mengganggu aktivitas masyarakat, pada hari ini kepekatan asap dilaporkan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 02 Lengkenat serta menimbulkan kekhawatiran akan risiko gangguan kesehatan bagi siswa dan guru.

Kondisi Terkini di SD Negeri 02 Lengkenat


Sejak pagi hari, kabut asap tampak menyelimuti wilayah Lengkenat dengan tingkat kepekatan yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang berkurang dan udara terasa kurang nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Di lingkungan SD Negeri 02 Lengkenat, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Jika sebelumnya proses pembelajaran masih dapat berlangsung dengan situasi yang relatif normal karena kabut asap belum terlalu pekat, maka pada hari ini kualitas udara dinilai semakin memburuk. Asap yang menyelimuti area sekolah membuat warga sekolah harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Guru dan orang tua siswa mulai menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan apabila kondisi kabut asap terus berlanjut dan semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Dampak terhadap Proses Pembelajaran

Meningkatnya kepekatan kabut asap berpotensi mengganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 02 Lengkenat. Aktivitas luar ruangan seperti olahraga, kerja bakti, maupun kegiatan ekstrakurikuler menjadi kurang ideal untuk dilaksanakan karena paparan udara yang tidak sehat.

Selain itu, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi udara yang membuat tenggorokan terasa kering, mata perih, dan muncul gejala batuk ringan. Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran di kelas.

Para guru juga menghadapi tantangan dalam menjaga kenyamanan proses pembelajaran ketika kualitas udara menurun. Apabila kabut asap terus meningkat, tidak menutup kemungkinan proses pendidikan akan terdampak lebih jauh, terutama bagi siswa yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Lingkungan sekolah pun ikut merasakan dampaknya. Halaman sekolah dan area terbuka menjadi kurang nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan, sehingga aktivitas siswa lebih banyak diarahkan ke dalam ruangan.

Risiko Gangguan Kesehatan

Kabut asap yang terus terjadi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Anak-anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.

Selain ISPA, paparan asap dalam jangka waktu tertentu juga dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta penurunan kondisi kesehatan secara umum. Oleh karena itu, upaya perlindungan terhadap peserta didik menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Harapan dan Himbauan 

Pihak sekolah dan masyarakat berharap pemerintah daerah serta pemangku kebijakan dapat segera melakukan langkah konkret dalam menanggapi kondisi kabut asap yang semakin pekat di wilayah Lengkenat dan sekitarnya.

Salah satu harapan yang mengemuka adalah agar kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) dapat dipertimbangkan untuk diterapkan bagi seluruh jenjang sekolah dasar apabila kualitas udara terus memburuk. Kepala Sekolah SDN 02 Lengkenat menilai kebijakan tersebut sebaiknya tidak hanya berlaku bagi siswa kelas 1, 2, dan 3, tetapi juga mencakup siswa kelas 4, 5, dan 6 demi memberikan perlindungan kesehatan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Lengkenat, Kabupaten Sintang, menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan. SD Negeri 02 Lengkenat merupakan salah satu sekolah yang mulai merasakan dampak menurunnya kualitas udara terhadap kesehatan dan proses pembelajaran. Dengan kondisi yang terus berkembang, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat dan tepat guna melindungi kesehatan siswa, guru, dan masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan aman dan efektif di tengah ancaman kabut asap.

Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor : Ngahadi, S.Pd.SD.


Kegiatan Membaca Buku di Perpustakaan Keliling, Tumbuhkan Semangat Literasi Siswa SDN 02 Lengkenat

 


Lengkenat, 21 September 2026 — Dalam upaya menumbuhkan minat baca dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, SD Negeri 02 Lengkenat melaksanakan kegiatan Membaca Buku di Perpustakaan Keliling pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Perpustakaan keliling hadir dengan menyediakan berbagai koleksi buku yang menarik dan sesuai dengan usia siswa. Kehadiran perpustakaan keliling memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih dan membaca buku secara langsung sesuai dengan minat mereka.


Dalam kegiatan tersebut, siswa tampak bersemangat memilih berbagai jenis bacaan. Sebagian siswa membaca bersama teman-temannya, sementara siswa lainnya mencatat dan mengerjakan tugas berdasarkan buku yang mereka baca.

Kegiatan membaca tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga memanfaatkan area lingkungan sekitar sekolah. Suasana yang lebih santai membuat siswa dapat menikmati kegiatan membaca dengan menyenangkan.

Kepala SDN 02 Lengkenat, Bapak Ngahadi, S.Pd.SD., menyampaikan harapannya agar kegiatan perpustakaan keliling dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun kebiasaan membaca di kalangan siswa.

“Kami berharap melalui kegiatan perpustakaan keliling ini, anak-anak semakin gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta menjadikan buku sebagai salah satu sumber ilmu dan jendela untuk mengenal dunia. Semoga kebiasaan membaca dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mendukung prestasi dan membentuk generasi yang berpengetahuan, kreatif, dan berkarakter.” ujarnya

Menurut beliau, budaya membaca perlu terus ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Dengan semakin sering membaca buku, siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi.

Melalui kegiatan ini, SDN 02 Lengkenat terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di sekolah.

Kegiatan perpustakaan keliling diharapkan dapat terus berjalan agar memberikan pengalaman positif kepada siswa dan mendorong mereka untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Membaca hari ini, membuka jendela pengetahuan untuk masa depan.” 📚✨

Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor : Ngahadi, S.Pd.SD.

2026/09/19

SD NEGERI 02 LENGKENAT GELAR HARI BELAJAR GURU (HBG): OPTIMALKAN PEMBUATAN SOAL UJIAN BERBASIS MICROSOFT COPILOT OFFICE 365



Lengkenat — SD Negeri 02 Lengkenat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik melalui kegiatan rutin Hari Belajar Guru (HBG) yang dilaksanakan pada Sabtu (19/09/2026).

Pada kesempatan kali ini, HBG mengusung tema "Cara Membuat Soal Ujian Sekolah Menggunakan Microsoft Copilot Office 365". Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman dan keterampilan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam menyusun evaluasi pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas.


Seluruh dewan guru tampak antusias mengikuti alur pelatihan, mulai dari pengenalan fitur Microsoft Copilot, penyusunan prompt (instruksi) yang presisi, hingga teknik menelaah dan menyesuaikan soal agar tetap selaras dengan kurikulum serta indikator capaian siswa.


Kepala Sekolah SD Negeri 02 Lengkenat menyampaikan bahwa integrasi teknologi dalam dunia pendidikan saat ini merupakan sebuah keharusan. "Melalui kegiatan HBG ini, kita ingin memastikan para guru tidak hanya mengajar secara konvensional, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pendidik yang inovatif dan siap berdampingan dengan perkembangan teknologi digital," ujarnya.


Dengan terselenggaranya kegiatan HBG ini, diharapkan proses penyusunan soal ujian sekolah di SD Negeri 02 Lengkenat dapat berjalan lebih terstruktur dan hemat waktu, sehingga fokus pendampingan belajar siswa dapat semakin maksimal.

Penulis: Muhamad Fahruroji 

Editor : Ngahadi, S.Pd.SD.

2026/09/18

Kerja Bakti SDN 02 Lengkenat Wujudkan Lingkungan Sekolah Bersih dan Nyaman



Lengkenat, 18 September 2026 – SD Negeri 02 Lengkenat melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama sebagai upaya menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, serta nyaman untuk mendukung proses pembelajaran.


Kegiatan yang mengusung semangat “Bersama Kita Bisa”ini melibatkan seluruh warga sekolah. Para peserta didik tampak antusias melakukan berbagai aktivitas kebersihan, mulai dari menyapu koridor sekolah, membersihkan halaman, hingga mengumpulkan dan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala SDN 02 Lengkenat menyampaikan bahwa kerja bakti tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menanamkan karakter positif kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk membiasakan diri hidup bersih, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Lingkungan belajar yang bersih dan sehat akan memberikan kenyamanan bagi siswa maupun guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selain itu, kerja bakti juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, para siswa bekerja sama membersihkan berbagai area sekolah, termasuk halaman, selasar, dan lingkungan sekitar sekolah. Semangat kebersamaan terlihat dari kekompakan seluruh peserta yang saling membantu menyelesaikan pekerjaan demi terciptanya lingkungan sekolah yang asri dan tertata.

Melalui kegiatan ini, SDN 02 Lengkenat berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dapat terus tertanam dalam diri setiap peserta didik. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal sehingga mendukung peningkatan prestasi siswa.

Sesuai slogan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, “Lingkungan Bersih, Sekolah Sehat, Prestasi Meningkat,” SDN 02 Lengkenat berkomitmen untuk terus membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.


Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor : Muhamad Fahruroji 

Pembelajaran Daring untuk Kelas 1–3 di Sintang Diperpanjang hingga 26 September 2026

 

Lengkenat – Kegiatan pembelajaran daring (online) bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 diperpanjang hingga 26 September 2026. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang yang masih memperhatikan kondisi kabut asap serta Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut.

Kepala Sekolah, Ngahadi, S.Pd.SD., menyampaikan bahwa perpanjangan pembelajaran daring hanya berlaku bagi siswa kelas rendah, yaitu kelas 1, 2, dan 3. Selama masa perpanjangan ini, seluruh kegiatan belajar mengajar bagi siswa pada jenjang tersebut tetap dilaksanakan dari rumah secara online.

Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, jam belajar disesuaikan dengan kondisi yang ada, yakni berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.35 WIB.

Pihak sekolah mengimbau kepada seluruh orang tua dan wali murid, khususnya yang memiliki anak di kelas 1, 2, dan 3, agar senantiasa mendampingi serta memastikan putra-putri mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah dengan baik. Dukungan orang tua dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan proses belajar selama masa pembelajaran daring.

Sekolah juga menyampaikan apresiasi atas pengertian, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan oleh seluruh orang tua dan wali murid dalam menghadapi situasi kabut asap yang masih menjadi perhatian bersama.

Dengan kebijakan ini, diharapkan kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran yang berlangsung.


Penulis : 
Muhamad Fahruroji 
Editor :
Muhamad Fahruroji 

2026/09/17

Satu Tim, Satu Tujuan, Mewujudkan Sekolah Bermutu

 

Satu Tim, Satu Tujuan, Mewujudkan Sekolah Bermutu

Sekolah yang bermutu tidak lahir dari kerja satu orang, melainkan dari kolaborasi seluruh warga sekolah yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Setiap unsur di sekolah memiliki peran penting yang saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Sebagaimana dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara:

"Pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak, yang menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada mereka agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya."

Pemikiran tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah yang bekerja dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.

Kepala Sekolah sebagai Nahkoda Pendidikan

Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Tugas utamanya adalah memastikan seluruh program sekolah berjalan sesuai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan, pelaksanaan kurikulum, serta melakukan supervisi dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan sekolah.

Kepemimpinan yang efektif akan menciptakan budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

"Management is doing things right; leadership is doing the right things." – Peter Drucker

Guru sebagai Ujung Tombak Pembelajaran

Guru merupakan sosok yang berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru berperan merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar mengajar, melakukan penilaian, serta membimbing perkembangan karakter peserta didik.

Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires." – William Arthur Ward

Wali Kelas sebagai Penghubung Sekolah dan Orang Tua

Wali kelas memiliki peran penting dalam mengelola administrasi kelas, memantau perkembangan akademik dan perilaku peserta didik, serta membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua.

Keberhasilan pendidikan akan lebih mudah tercapai ketika sekolah dan keluarga mampu bekerja sama dalam mendukung perkembangan peserta didik.

"Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat bekerja bersama untuk mendukung pembelajaran, anak-anak cenderung berhasil di sekolah dan dalam kehidupan." – Joyce Epstein

Pustakawan dan Penguatan Budaya Literasi

Perpustakaan merupakan salah satu pusat sumber belajar di sekolah. Oleh karena itu, pustakawan memiliki peran penting dalam menyediakan layanan informasi, mengelola koleksi buku, serta mendukung berbagai program literasi.

Perpustakaan yang aktif dan tertata dengan baik akan membantu meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat pada peserta didik.

Ungkapan yang sering kita dengar, "Membaca adalah jendela dunia", menjadi pengingat bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang berpengetahuan luas.

Tenaga Administrasi sebagai Penopang Layanan Sekolah

Di balik lancarnya kegiatan sekolah terdapat peran penting tenaga administrasi sekolah atau tata usaha. Mereka bertugas mengelola surat-menyurat, arsip, dokumen kepegawaian, administrasi peserta didik, hingga berbagai laporan yang diperlukan sekolah.

Administrasi yang tertib dan akurat menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola sekolah yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Operator Dapodik dan Pentingnya Data Pendidikan

Pada era digital, data menjadi bagian penting dalam pengelolaan pendidikan. Operator Dapodik bertanggung jawab untuk menginput, memperbarui, memverifikasi, dan menjaga validitas data sekolah.

Data yang akurat sangat membantu dalam perencanaan program pendidikan, penyaluran bantuan pemerintah, penyusunan kebijakan, serta pengambilan keputusan yang tepat di tingkat sekolah maupun pemerintah.

"What gets measured gets managed."

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan yang baik harus didukung oleh data yang valid dan terpercaya.

Guru Piket sebagai Penjaga Disiplin dan Keamanan

Guru piket memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas sekolah sehari-hari. Tugasnya meliputi pengawasan kehadiran warga sekolah, menjaga ketertiban, mengawasi keamanan lingkungan sekolah, serta membantu menyelesaikan masalah yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran guru piket membantu menciptakan situasi sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses pembelajaran.

Kolaborasi untuk Kepentingan Peserta Didik

Pada akhirnya, seluruh tugas dan fungsi yang dijalankan oleh kepala sekolah, guru, wali kelas, pustakawan, tenaga administrasi, operator Dapodik, dan guru piket bermuara pada satu tujuan utama, yaitu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

Peserta didik menjadi pusat dari seluruh aktivitas sekolah. Oleh karena itu, sinergi antarwarga sekolah menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah." – Ki Hajar Dewantara

Penutup

Sekolah bermutu merupakan hasil dari kerja sama, dedikasi, dan profesionalisme seluruh warga sekolah. Ketika setiap unsur menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, maka akan tercipta kepemimpinan yang efektif, pembelajaran yang berkualitas, literasi yang berkembang, administrasi yang tertib, data yang akurat, serta lingkungan sekolah yang aman dan disiplin.

Sebagaimana disampaikan • Sinergi dalam Pelayanan • Unggul dalam Pendidikan

2026/09/15

SD Negeri 02 Lengkenat Menyesuaikan Kegiatan Pembelajaran Dampak Kabut Asap



Lengkenat, 15 September 2026 — SD Negeri 02 Lengkenat melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan sebagai Dampak Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Penyesuaian pembelajaran tersebut akan dilaksanakan mulai 16 sampai dengan 19 September 2026. Kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap serta untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Selama periode tersebut, peserta didik kelas 1, 2, dan 3 akan melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR)/pembelajaran daring. Sementara itu, peserta didik kelas 4, 5, dan 6 tetap melaksanakan pembelajaran di sekolah secara tatap muka terbatas dengan ketentuan wajib menggunakan masker.

Untuk kegiatan tatap muka terbatas, jam masuk sekolah ditetapkan pada pukul 08.30 WIB, sedangkan peserta didik akan dipulangkan paling lambat pukul 12.30 WIB.

Selain itu, selama masa penyesuaian, beberapa kegiatan yang berpotensi dilakukan di luar ruangan untuk sementara ditiadakan. Kegiatan tersebut meliputi upacara, olahraga, senam bersama, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Mulai 21 September 2026, seluruh peserta didik direncanakan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka secara penuh. Pelaksanaan tersebut tetap menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebijakan Pemerintah Daerah.

Pihak sekolah juga mengimbau kepada seluruh orang tua/wali murid untuk mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah, membatasi aktivitas anak di luar rumah, memastikan anak menggunakan masker apabila harus keluar rumah, serta menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan air putih dan istirahat yang cukup.

SD Negeri 02 Lengkenat berharap seluruh orang tua/wali murid dapat mendukung dan bekerja sama dalam pelaksanaan penyesuaian kegiatan pembelajaran ini, sehingga proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan baik dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Penulis : Muhamad Fahruroji 

Editor: Muhamad Fahruroji 

2026/08/26

SD Negeri 02 Lengkenat Terapkan BDR Akibat Kabut Asap, Pembelajaran Tetap Berjalan Efektif



Lengkenat, Sintang (2026) - Menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Nomor 400.3/3833/DISDIKBUD-A2 tentang pelaksanaan pembelajaran secara daring dan tatap muka pada masa tanggap darurat kabut asap tahun 2026, SD Negeri 02 Lengkenat siap melaksanakan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) guna menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik tanpa mengurangi hak mereka dalam memperoleh layanan pendidikan.

Kebijakan ini diberlakukan sebagai tindak lanjut dari penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang. Satuan pendidikan yang terdampak dapat mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring mulai 27 Agustus hingga 5 September 2026 dan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada 7 September 2026 apabila kondisi memungkinkan.

Komitmen SD Negeri 02 Lengkenat Menjaga Hak Belajar Peserta Didik. Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen memberikan layanan terbaik, SD Negeri 02 Lengkenat memastikan seluruh kegiatan pembelajaran tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Meskipun siswa belajar dari rumah, proses pendidikan tetap berjalan aktif melalui berbagai media pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Kepala sekolah bersama para guru tetap melaksanakan tugas dari lingkungan sekolah untuk memastikan layanan pendidikan berjalan dengan baik, melakukan koordinasi dengan orang tua, serta memantau kehadiran dan aktivitas belajar siswa secara rutin.

BDR bukanlah libur sekolah. Seluruh peserta didik tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal mata pelajaran, mengerjakan tugas, dan berinteraksi dengan guru melalui platform pembelajaran yang tersedia. Untuk mendukung kedisiplinan, peserta didik juga dianjurkan tetap mengenakan seragam sekolah sesuai jadwal harian.

Peran orang tua sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan BDR. Sekolah mengajak seluruh orang tua dan wali murid untuk mendampingi anak selama proses pembelajaran berlangsung, menjaga kesehatan anak, memastikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih dan vitamin.

Melalui pelaksanaan Belajar Dari Rumah, SD Negeri 02 Lengkenat berharap seluruh peserta didik tetap dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus terhindar dari dampak buruk kabut asap. Dengan dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah, pendidikan tetap berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan lingkungan.

Penulis: Muhamad Fahruroji, S.I.Kom

Editor: Ngahadi,

 S.Pd.SD

2026/08/19

SD NEGERI 02 LENGKENAT: Jejak 69 Tahun Mengukir Harapan di Jantung Kalimantan Barat

 


LENGKENAT, SEPAUK 2026 — Sembilan belas kilometer dari pusat Kecamatan Sepauk, di sepanjang jalan lintas Sintang–Pontianak tepatnya di kilometer 46, berdiri sebuah bangunan yang tak megah namun menyimpan kisah luar biasa. Inilah SD Negeri 02 Lengkenat — sekolah yang sejak tahun 1957 telah menjadi rumah kedua bagi ribuan anak di Desa Lengkenat dan sekitarnya. 

Lebih dari enam dekade bukanlah waktu yang singkat. Di tengah hamparan hutan dan perubahan zaman yang datang silih berganti, sekolah ini tetap berdiri tegak, menjadi mercusuar ilmu pengetahuan bagi generasi demi generasi. Berdiri di atas tanah seluas 5.076 meter persegi, dengan akreditasi B yang menjadi bukti kualitas pelayanannya, SD Negeri 02 Lengkenat hari ini terus melangkah membawa semangat baru: Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam. 


Berakar Kuat, Tumbuh Bersama

Banyak hal yang mungkin belum diketahui orang luar. Di balik dinding yang sebagian ruangannya memang membutuhkan perbaikan, tersimpan semangat yang tak pernah pudar. Saat ini sekolah dipimpin oleh Bapak Ngahadi, S.Pd.SD., seorang pemimpin pendidikan yang tak hanya memimpin dari balik meja, tetapi turun langsung memegang kendali — mulai dari pengelolaan Dapodik, penyusunan dokumen kurikulum, hingga memastikan setiap guru mendapat kesempatan berkembang melalui program Hari Belajar Guru (HBG) yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 10.00 WIB. 


"Kami mungkin tidak memiliki fasilitas yang lengkap, tetapi kami memiliki sesuatu yang tak ternilai: kebersamaan dan semangat untuk terus belajar, ujar Bapak Ngahadi. Semangat ini yang menggerakkan seluruh warga sekolah. Dari 11 tenaga pendidik dan kependidikan yang ada — mulai dari guru kelas, guru mata pelajaran agama, hingga tenaga perpustakaan dan operator administrasi — semuanya bergerak selaras, melayani dengan hati demi masa depan anak-anak Lengkenat. 

Melampaui Batas: Kurikulum Merdeka & Pembelajaran Mendalam 

Di SD Negeri 02 Lengkenat, pembelajaran tidak hanya soal menghafal dan mengerjakan soal. Sekolah ini telah menerapkan Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam, di mana anak-anak tidak sekadar tahu, tetapi memahami; tidak sekadar menerima, tetapi mampu mencipta. Visi sekolah sangat jelas: "Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter, Berbudi Pekerti, Religius, serta Memahami Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.


" Anak-anak diajak berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan. Di sini, anak-anak yang beragam latar belakang — dari berbagai suku dan keyakinan — belajar bersama dalam harmoni. Guru Agama Islam, Katolik, dan Kristen bekerja berdampingan, memastikan setiap anak tumbuh dengan iman dan akhlak yang mulia.

Semangat yang Tak Terbatas Ruang

Keterbatasan sarana bukan penghalang, melainkan pendorong untuk berinovasi. 

- Lapangan upacara yang sudah dicor semen menjadi saksi setiap hari Senin semangat kebangsaan berkumandang 
- 7 unit proyektor digunakan untuk menghadirkan dunia luas ke dalam ruang kelas 
- Perpustakaan yang meski kondisinya membutuhkan perhatian, tetap menjadi jantung pengetahuan sekolah 
- Ekstrakurikuler Futsal, Bola Voli, dan Seni Tari melatih fisik, kerjasama, dan kehalusan budi 
- Website resmi https://www.sdn02lengkenat.sch.id hadir menjembatani sekolah dengan dunia luar — bukti bahwa sekolah di pelosok pun bisa berjejak digital Setiap Sabtu, saat sekolah lain mungkin mulai sepi, SD Negeri 02 Lengkenat justru mulai ramai untuk Hari Belajar Guru. Bukan untuk anak-anak, melainkan bagi para pendidik yang sadar: untuk terus memberi cahaya, lilin pun harus terus menjaga apinya. Di ruangan yang sederhana, para guru berkumpul, berdiskusi, dan saling mengajar — membuktikan bahwa belajar tidak pernah berhenti. 

Harapan di Ujung Jalan

Tentu saja, perjalanan belum usai. Masih ada perpustakaan yang butuh pemulihan, mushola yang belum ada, ruang laboratorium komputer yang masih menjadi impian, serta ruang-ruang kelas yang menantang untuk diperbaiki. Namun di mata Bapak Ngahadi dan seluruh warga sekolah, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti. 



"Kami tidak menunggu fasilitas sempurna untuk mengajar dengan baik. Kami mengajar dengan baik agar suatu hari nanti fasilitas yang sempurna itu menjadi wujud dari hasil kerja keras kami." SD Negeri 02 Lengkenat bukan sekadar nama di papan nama jalan. Ia adalah bukti bahwa di mana saja, sejauh apa pun letaknya, selama ada semangat, dedikasi, dan cinta terhadap anak-anak, di situlah cahaya pendidikan akan terus menyala. Dan kisah ini — kisah 69 tahun pengabdian — masih akan terus ditulis. Bersama-sama, melangkah ke masa depan yang lebih cerah. 

SD Negeri 02 Lengkenat 📍 Jln. Sintang-Pontianak Km. 46, Desa Lengkenat, Kec. Sepauk, Kab. Sintang, Kalimantan Barat 🌐 https://www.sdn02lengkenat.sch.id 📧 esde02lengkenat@gmail.com

Editor : Muhamad Fahruroji