Sentuhan ini Digital di Ujung Desa: Ujian Sekolah Berbasis Gawai di SD Negeri 02 Lengkenat Berlangsung Lancar
Suasana berbeda tampak di SD Negeri 02 Lengkenat pada pertengahan Mei ini. Tidak lagi terdengar gemerisik kertas soal, melainkan sentuhan jari di layar gawai yang mendominasi ruang kelas. Di sekolah yang terletak di wilayah Kabupaten Sintang ini, ujian sekolah kini telah bertransformasi—berbasis digital, rapi, dan terorganisasi.
Digitalisasi pendidikan di SD Negeri 02 Lengkenat bukanlah hal baru. Sejak Juni 2023, sekolah ini telah konsisten mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Puncaknya terlihat pada pelaksanaan Ujian Sekolah yang digelar pada 11 hingga 13 Mei 2026, di mana seluruh peserta mengikuti ujian secara daring menggunakan perangkat masing-masing.
Kebersamaan siswa, guru SD Negeri 02 Lengkenat, dan Pengawas Pendamping Dinas Kabuoaten Sintang sebelum pelaksanaan ujian
Sebanyak 32 siswa mengikuti ujian tahun ini. Mereka dibagi ke dalam dua ruang, yakni Ruang 1 sebanyak 20 siswa dan Ruang 2 sebanyak 12 siswa. Meski berbasis digital, suasana tetap tertib dan kondusif. Setiap siswa tampak fokus menatap layar gawai, mengerjakan soal yang telah disiapkan secara sistematis.
Sekolah juga menyediakan akses WiFi gratis bagi seluruh peserta didik. Fasilitas ini menjadi salah satu kunci kelancaran pelaksanaan ujian berbasis digital, memastikan tidak ada kendala teknis selama pengerjaan berlangsung.
Foto kegiatan ujian dalam ruangan
Pelaksanaan ujian ini dipantau langsung oleh Pengawas Pendamping dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Ibu Marsiana, M.Pd. Kehadiran beliau memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan.
Tak hanya itu, seluruh guru di SD Negeri 02 Lengkenat turut mengambil peran sebagai pengawas ujian secara bergiliran. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung kesuksesan peserta didik.
Di balik layar, panitia ujian yang diketuai oleh Ibu Maria Susana, S.Pd bekerja dengan persiapan matang. Mulai dari administrasi hingga teknis pelaksanaan, semua dirancang detail. Soal ujian sendiri disusun berdasarkan kisi-kisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, kemudian dikembangkan menjadi soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.
Dalam hal teknis, digitalisasi terasa begitu nyata. Soal dibuat melalui Google Form, kemudian diintegrasikan ke dalam Portal Asesmen berbasis Google Sites. Informasi dan tautan ujian dibagikan melalui akun serta grup WhatsApp sekolah, memudahkan akses bagi siswa.
Kepala SD Negeri 02 Lengkenat, Ngahadi, S.Pd.SD, secara resmi membuka pelaksanaan ujian. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat siswa.
Ia menekankan bahwa ujian ini adalah hasil dari perjalanan panjang selama enam tahun belajar. Para siswa diminta untuk percaya pada kemampuan diri, mengerjakan soal dengan jujur, serta tetap percaya diri. Ia juga mengingatkan bahwa mereka adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis digital ini pun berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga wujud nyata kesiapan sekolah dalam menjawab tantangan zaman.
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, SD Negeri 02 Lengkenat menunjukkan bahwa sekolah di daerah pun mampu melangkah maju, sejajar dengan era digital. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan pendidikan.






Lanjutkan, tularkan, majukan, Mantapkan.
BalasHapusTerima kasih suportnya🙏
HapusKeren
BalasHapus